Psikologi & Teknologi Internet

Online Personality : How Avatar Impact Towards Impression

Hasil gambar untuk komunikasi internet


           Komunikasi dan interaksi sosial merupakan kunci bagi manusia kehidupan sepanjang sejarah evolusi, dan mereka tetap sangat sentral terhadap aspek motivasi manusia (dalam Liu & Baumeister, 2016). Komunikasi memungkinkan manusia untuk mempelajari apa yang dihadapi manusia serta strategi-strategi yang bersifat adapatif untuk kehidupan kedepannya. Menurut Gorden (dalam Mahadian & Supratman, 2016) ,fungsi komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan. Komunikasi dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan emosional, seperti kasih sayang dari orang lain, empati dari keluarga, dan lain sebagainya. Serta untuk memenuhi kebutuhan intelektual, seperti norma untuk makan, norma berbicara dengan orang yang lebih tua, dan lain-lain.

Kemajuan teknologi dengan munculnya Social Networking Sites (SNSs) memungkinkan manusia untuk terhubung satu sama lain bukan hanya di Negara tempat tinggalnya, tetapi juga di Negara lain yang dikehendaki. Contoh dari SNSs, atau lebih sering disebut Social Media (SocMed), antara lain adalah Facebook, Twitter, dan Instagram. Selain untuk terhubung dengan keluarga dan rekan, platform ini juga memungkinkan penggunanya bertemu dan mengembangkan jalinan pertemanan saat online
Hasil gambar untuk macam macam avatar the simsHasil gambar untuk macam macam avatar the sims
 Hasil gambar untuk macam macam avatar the simsGambar terkait
Avatar dapat mengkomunikasikan informasi yang akurat dan khas mengenai kepribadian, dan individu dengan ciri kepribadian tertentu menciptakan avatar yang lebih mungkin dirasakan secara akurat, juga ditemukan bahwa individu yang menyenangkan dan normatif membuat avatar yang memunculkan lebih banyak keinginan untuk berteman dibandingkan orang lain, menyiratkan bahwa kesan yang diberikan oleh avatar digital seseorang dapat memiliki konsekuensi sosial. Heiser et al menyatakan bahwa berinteraksi melalui CMC (Computer-Mediated-Communication) dapat mempengaruhi cara kita membentuk kesan tentang orang lain, sementara individu online mengidentifikasikan isyarat spesifik untuk membentuk kesan dan menggunakan isyarat ini untuk membentuk kesan terhadap orang lain. Isyarat ini bisa jadi berdasarkan teks, seperti emoticons, usernames, dan gaya menulis. Menurut Taylor, avatar juga dapat menjadi alat yang penting untuk  memupuk hubungan, meningkatkan perasaan dari konektivitas sosial dan  keterlibatan emosional. Sebuah pernyataan dari Nass dan Moon, karena individu terkadang melakukan anthropomorphize (yaitu ketika kita berbicara tentang sesuatu atau hewan seakan-akan sesuatu atau hewan tersebut adalah manusia) avatar , sesuai dengan Naumann et al, tidak mengherankan jika pemerhati atau yang melihat avatar tersebut menanggapi avatar dengan cara yang mirip dengan bagaimana bentuknya kesan individu di dunia nyata (misalnya, berdasarkan penampilan fisik). Karakteristik visual dari avatar, oleh karena itu, memainkan peran yang penting dalam bagaimana orang lain dilihat juga bagaimana individu memilih untuk menggambarkan diri. Berdasarkan Williams et al, bagaimanapun juga, ada alasan untuk percaya bahwa avatar mungkin memuat isyarat identitas yang valid, individu yang tidak merasa nyaman atau ‘terpinggirkan’ di dalam dunia nyata bisa saja melihat dunia virtual, dan avatar yang digunakan oleh mereka, sebagai sebuah kesempatan untuk mengekspresikan ‘diri sejati’ dari mereka. (dalam Fong & Mar, 2014)

Hasil gambar untuk me and my avatar
Interaksi secara online semakin hari semakin ramai, mengingat teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu, memungkinkan platform komunikasi mengalami perkembangan baik fitur maupun penggunanya. Memahami pembentukan kesan pada dunia virtual, adalah hal yang tepat dan relevan dengan perkembangan zaman. Bahkan menurut Gosling et al (dalam Fong & Mar, 2014), telah disarankan untuk bertemu individu secara online daripada di dunia nyata karena kekayaan informasi yang disediakan oleh halaman web dan/atau profil jejaring sosial. Temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Fong dan Mar (2014), menunjukkan bahwa kita dapat menggunakan proxy virtual seperti avatar untuk menyimpulkan pribadi yang ingin kita tunjukkan atau bahkan pribadi sejati itu sendiri. Penting juga, tentang bagaimana kesan yang kita ciptakan di jejaring sosial mungkin memiliki dampak yang penting bagi kita, seperti menjadikannya ketertarikan tersendiri bagi orang terhadap kita.


Sumber:
Fong, K., & Mar, R. A. (2014). Personality and Social Psychology Bulletin. What Does My Avatar Say About Me, 41(2),237-247. Retrieved From https://t.co/pPCqIV8gVt.

Mahadian, A. B., & Supratman, L. P. (2016). Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: Deepublish.

Baumeister, R.F., & Liu, D. (Juli 2016). Journal of Research in Personality. Social Networking Online and Personality of Self-Worth: A Meta-Analysis, 64, 79. doi: 10.1016/j.jr p.2016.06.024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Manusia dan Keindahan - Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu Alamiah Dasar