Ilmu Alamiah Dasar

Geografi dan Kehidupan Manusia

  • ·         PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP

Hasil gambar untuk jelaskan persebaran dan sejarah makhluk hidup di bumi

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran organisme di muka bumi. Studi tentang penyebarn spesies menunjukkan, spesies-spesies  berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadp daerah yang ditempatinya. Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh faktor: 1) Lingkungan, 2) Sejarah geologi, dan 3) Penghambat Fisik.

1. Faktor Lingkungan
Dua faktor lingkunganutama yang berpengaruh terhadp persebaran makhluk hidup adalah faktor abiotik (daratan, perairan, dan lintang geografis) dan biotik (tumbuhan, hewan dan jasad renik (mikroorganisme).

2. Faktor Sejarah Geologi
Kira-kira 200  juta tahun yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam superbenua (supercontinent) yang disebut Pangaea. Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger pada tahun 1915. hipotesis ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan Lautan.

Pada awal tahun 1960-an, bukti-bukti mengenai pergerakan/pergeseran benua (continental drift) berhasil ditemukan. Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai memisah secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai kira-kira 125-130 juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika  Selatan bersatu secara langsung. Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak perlahan ke Amerika Barat dan keduanya dihubungkan tanah genting Panama. Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang lalu. Saat “jembatan” Panama terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan tumbuhan dari Amerika Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke Amerika Barat. Pada saat yang bersamaan beberapa hewn dan tumbuhan dari Amerika Barat seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika Selatan. Jadi perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh besar dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini. Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi percabangan sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok burung lainnya. Akibatnya terjadilah subspesies tadi.

Australia adalah contoh yang sesuai untuk mengetahui bagaimana gerakan benua-benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme. Sampai kira-kira 53 juta tahun lalu, Australia dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas Australi, yaitu mamalia berkantung (marsupialia), yang ada pula meski sedikit di Amerika Selatan, secara nyata terlihat sudah bergerak di antara kedua benua ini lewat Antartika.

3. Faktor Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan daratan (isthmus). Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat isolasi geografis. Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14 spesies burung finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk paruhnya. Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.

4. Persebaran Tumbuhan dan Hewan
Garis lintang bumi (lattude) menunjukkan terdapatnya 4 wilayah iklim di bumi, yaitu tropis, subtropis, dingin, dan kutub. Perbedaan iklim tersebut, selain jenis tanahnya akan memberikan perbedaan jenis tumbuhan yang hidup di sana karena faktor adaptasi dengan lingkungan. Dengan ketinggian lahan dari permukaan laut sampai ke puncak gunung yang paling tinggi (altitude) juga menunjukkan perbedaan iklim yang mirip, yang menyebabkan pada dataran rendah sampai ke dataran tinggi didiami oleh tumbuhan yang berbeda-beda.

Pada persebaran hewan lebih ditentukan oleh letak/wilayah geografis (zoogeografis). Di bumi, daerah persebaran hewan (zoogeografi) dibedakan menjadi enam lokasi berdasarkan persamaan fauna, yaitu: 1) Palearktik (palearctic) yang meliputi Asia sebelah utara Himalaya, Eropa dan Afrika, dan Gurun Sahara sebelah Utara, 2) Nearktik (nearctic) yaitu Amerika Utara, 3) Neotropis (neotropical) yaitu Amerika Selatan bagian tengah, 4) Oriental meliputi Asia dan Himalaya bagian Selatan; 5) Etiopia (ethiopian) yaitu Afrika, dan 6) Australia (australian) meliputi Australia dan pulau-pulau sekitarnya.

  • ·         PEMBAGIAN WILAYAH BERDASARKAN IKLIM

Hasil gambar untuk jelaskan pembagian wilayah berdasarkan iklim

Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.

a.Iklim Matahari
Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

1)Iklim Tropis
Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
a) Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C.     Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
b) Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan   ampitudo           hariannya lebih besar.
c) Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
d) Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.

2)Iklim Sub Tropis
Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.

Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:
a) Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis         ke iklim sedang.
b) Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada            iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
c) Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
d) Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering           disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya           kering disebut daerah iklim Tiongkok.

3)Iklim Sedang
Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:
a) Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
b) Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.

4)Iklim Dingin (Kutub)
Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:
a) Musim dingin berlangsung lama
b) Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
c) Udaranya kering.
d) Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
e) Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
f) Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
g) Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia.

Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:
a) Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
b) Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.

b.Iklim Fisis
Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.

Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).

1)Iklim laut (Maritim)
Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
a) Suhu rata-rata tahunan rendah;
b) Amplitudo suhu harian rendah/kecil;
c) Banyak awan, dan
d) Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
a) Amplituda suhu harian dan tahunan kecil;
b) Banyak awan;
c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik;
d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.

2)Iklim Darat (Kontinen)
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil; dan
b) Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu tahunan besar;
b) Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah; dan
c) Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.

3)Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar;
b) Udara kering,
c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan
d) Jarang turun hujan.

4)Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
a) Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi;
b) Terdapat di daerah sedang;
c) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil;
d) Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan;
e) Kadang banyak turun salju.

5)Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
a) Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

  • PEMBAGIAN WILAYAH PERSEBARAN HEWAN

sapakabar.blogspot.com

Persebaran fauna yang terjadi di muka bumi didasari oleh beberapa faktor yang di antaranya seperti faktor fisiografik, faktor klimatik, dan faktor biotik yang faktor tersebut menyebabkan perbedaan antara wilayah satu dengan wilayah yang lainnya.

Selain itu faktor sejarah geologi juga salah satu yang mempengaruhi persebaran fauna di setiap wilayah tertentu. Karena sebelumnya wilayah tersebut dulunya pernah menjadi satu daratan atau wilayah yang disebut dengan Pangea.

1. Paleartik
Wilayah persebaran fauna ini meliputi semua benua Eropa, Rusia, Afrika Utara, Asia Timur, sebagian Asia Tengah, Asia Barat atau semenanjung Arab, termasuk daerah kutub utara.

Fauna-fauna yang terdapat di kawasan Paleartik ini berbagai jenis sebab lingkungan di kawasan Paleartik ini juga bervariasi.

Berikut ini hewan-hewan khas yang terdapat di kawasan Paleartik yaitu beruang kutub, rusa kutub, kucing kutub, unta padang pasir, panda asli dari negara Cina, sapi, kerbau, domba, burung robin, spesies anjing, bajing, kijang, kelelawar dan masih banyak yang lainnya.

Gambar-gambar hewan zona Paleartik sebagai berikut:

Beruang Kutub
www.republika.co.id
Unta Padang Pasir
www.ardiyansyah.com
Panda Asli dari Cina
www.reference.com
Rusa Kutub
 www.1freewallpapers.com

2. Neartik
Wilayah persebaran fauna di kawasan Neartik ini meliputi Benua Amerika yaitu Amerika Utara, Amerika Serikat, Kepulauan Karibia, Greenland, dan Kanada.

Fauna-fauna yang terdapat di kawasan Neartik ini seperti domba gunung, kalkun liar, bison, tikus yang mempunyai kantung di perutnya, caribou, rakun, antelop, muskox, dan tikus air.

Di kawasan ini juga terdapat fauna yang juga terdapat di kawasan Paleartik seperti anjing, kucing, kelelawar, bajing, dan kelinci.

Berikut ini gambar-gambar hewan yang ada di zona Neotropik:

Domba Gunung
www.pixabay.com
Bison
www.doi.gov
Antelop
www.modifikasi.com
Kalkun Liar
cindelarasfarm.wordpress.com

3. Neotropik

Zona wilayah persebaran ini juga meliputi benua Amerika yang di antaranya adalah Amerika Selatan. Amerika Tengah, dan wilayah sebagian besar Meksiko atau Meksiko selatan.

Di kawasan Neotropik ini banyak sekali berbagai jenis hewan yang hidup, bahkan salah satu jenis hewan ini menjadi salah satu judul pada sebuah film seperti ikan piranha dan ular anaconda.

Sebagian besar kawasan Neotropik ini beriklim tropis dan bagian yang selatan beriklim sedang. Hewan endemik yang terdapat di kawasan ini seperti belut listrik, ikan piranha, ikan arapaima, ilama (sejenis unta) yang terdapat di wilayah padang pasir Atacama Peru, kera hidung merah dan tapir.

Selain itu, kawasan Neotropikal sangat dikenal dengan wilayah fauna vertebrata yang mempunyai berbagai jenis fauna yang sangat beragam dan spesifik.

Fauna tersebut seperti berbagai macam jenis ternggiling dan monyet, beragam macam jenis reptil seperti ular, buaya, kadal, serta berbagai macam spesies burung dan sejenis kelelawar penghisap darah.

Berikut ini adalah gambar-gambar hewan yang terdapat di kawasan Neotropik:

Kera Hidung Merah
id.wikipedia.org
Tapir
www.pixabay.com
Ilama
www.anekaflorafauna.com
Ikan Piranha
 www.gembiralokazoo.com

4. Oriental Atau Asiatis
Daerah kawasan oriental ini meliputi Asia Tenggara dan Asia bagian selatan. Dan fauna yang terdapat di Indonesia, yang masuk dalam kawasan oriental ini hanya fauna yang terdapat di Indonesia bagian barat saja.

Fauna khas tersebut di antaranya adalah harimau, badak bercula satu, orang utan, banteng, rusa, dan gibbon. Dan ada juga hewan lainnya yaitu gajah sumatera, antelop, beruang, berbagai macam jenis reptile, dan ikan.

Fauna di kawasan oriental atau asiatis ini juga ada fauna yang sama yang terdapat di kawasan Ethiopian seperti gajah, badak, harimau, monyet, babi hutan, kucing, dan anjing.

Berikut ini gambar-gambar fauna yang berada di kawasan Orinetal atau di kawasan Asiatis:

Harimau
www.horasnews.com
Badak Becula Satu
eksotis-indonesia.blogspot.com
Orang Utan
wall.alphacoders.com
Gajah Sumatera
 www.griyawisata.com

5. Australis
Kawasan ini mencakup wilayah yang antara lain adalah Australia, Selandia Baru, Papua, dan pulau-pulau disekitarnya atau Oceania.

Fauna khas yang terdapat di kawasan Australis ini antara lain yaitu hewan berkantung seperti kanguru, kiwi, dan selain itu ada juga yang tidak berkantung seperti koala, platypus, dan kuskus.

Di kawasan ini juga terdapat berbagai macam jenis burung seperti burung cendrawasih, burung kakatua, kasuari da nada juga kelompok reptile antara lain kura-kura, buaya, kadal, dan ular.

Berikut ini adalah fauna-fauna yang berada di kawasan Australis:

Kanguru
motivasikita7.blogspot.com
Burung Kiwi
burungue.blogspot.com
Koala
www.newsread.in
Platypus
phineasandferb.wikia.com
Burung Cendrawasih
 www.satujam.com

6. Ethiopian
Wilayah kawasan zona Ethiopia ini meliputi Afrika Selatan, Gurun Sahara, dan Madagaskar. Di kawasan Ethiopian ini merupakan kawasan yang terdapat banyak sekali berbagai macam jenis mamalia.

Fauna khas yang terdapat di kawasan Ethiopian ini seperti badak afrika, gajah afrika, jerapah, gorilla, sipanse, babon, serta mamalia padang rumput seperti zebra, kijang, antelope, singa dan mamalia pemakan serangga yaitu trenggiling.

Di kawasan ini terdapat mamalia endemik yang terdapat di sungai Nil, Mesir yaitu kuda nil. Walaupun sebenarnya di Madagaskar juga ada, namun ukurannya tidak sebesar yang ada di sungai Nil, Mesir.

Kawasan Ethiopian ini juga mempunyai fauna yang hampir sama dengan fauna yang terdapat di kawasan Oriental atau Asiatis. Fauna tersebut seperti babi hutan, kelelawar, bajing, tikus, anjing, dan dari golongan kucing juga.

Berikut ini merupakan fauna-fauna yang berada di zona Ethiopian:

Singa
hendriktejo123.wordpress.com
Jerapah
www.ibnlokmat.tv
Zebra
www.awf.org
Kuda Nil
www.satujam.com
Gorilla
web.stanford.edu


Sumber:
Hendro Darmodjo dan Yeni Kaligis. 2004. Ilmu Alamiah Dasar. Ed. Rev. Jakarta: Universitas Terbuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Manusia dan Keindahan - Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Alamiah Dasar

Ilmu Alamiah Dasar